Header Ad

Mini Album Bertajuk Space Psyche Dari Superego

September 4, 2018
293 Views

Bermula dari kecintaan terhadap music alternative rock, Jeremy Jonathan (Vocal, Guitar) memulai perjalanannya dengan menarik orang – orang yang memiliki pemikiran dan tujuan yang sama, yaitu mengembalikan semangat musisi – musisi muda Jatinangor untuk berkarya dengan seluruh kemampuan mereka sendiri. Talia Thaib (Bass) dan Rifqi Hidayat (Drum) adalah rekrutan awal dari Superego di tahun 2015, yang memberikan aura music grunge minimalis layaknya band Nirvana yang merajai industry music era 90-an. Keinginan untuk menambah warna nada diwujudkan dengan mengajak Yoendo Nebriko (Guitar) sebagai pemetik melodi untuk melengkapi music Superego.

Superego menunjukkan eksistensinya di pertengahan tahun 2017 dengan merilis debut single mereka yang bertajuk “Indecision”. Bercerita tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, Jeremy selaku frontman Superego bereksperimen menggabungkan unsur music shoegaze dan Japanese rock yang menciptakan nada – nada berwarna ceria tetapi terdengar depresif. Debut single Indecision mengantarkan Superego menjejaki beberapa panggung – panggung besar di Bandung di akhir tahun.

Di awal tahun 2018, Superego berencana untuk merilis EP album pertama mereka. Dikarenakan masa akhir perkuliahan dan hengkangnya salah satu personil mereka Talia Thaib, membuat Superego memutuskan untuk vakum dari proses rekaman dan panggung selama setengah tahun. Proses rekaman pun kembali dimulai setelah Jeremy menemukan personil pengganti Talia yaitu Raihan Setiawan (Bass) di awal bulan Juni.

Keinginan untuk memiliki EP album dengan budget minimalis, memberi semangat Superego untuk melakukan semua proses rekaman secara DIY (Do it Yourself). Melalui Cupnoise Music yang menyediakan tempat dan peralatan rekaman, EP album Superego di kerjakan melalui home recording dan di mixing mastering sendiri oleh Jeremy selaku frontman. Setelah menempuh waktu 2 bulan, EP album Superego yang bertajuk “Space Psyche” berhasil diselesaikan.

Eksperimen music Superego di album Space Psyche berbeda dengan debut single mereka. Kali ini, Jeremy selaku arranger memberanikan diri untuk memadukan tiga jenis sub genre music alternative rock, yaitu grunge, shoegaze dan postrock. Nama – nama besar seperti Nirvana, My Bloody Valentine dan God is an Astronaut menjadi karakteristik baru bagi EP album Space Psyche. Lirik – lirik di dalam album ini menjadi sarana untuk menyampaikan perasaan amarah, kekecewaan dan depresif dari Jeremy selalu arranger dan penulis lagu.

Di awal bulan September ini, Superego akan meluncurkan tiga isu sekaligus, yaitu Single pengantar mereka bertajuk “Grumb”, EP album “Space Psyche” dan Showcase intim yang memiliki judul yang sama dengan EP album mereka.

You may be interested

“The Baneful Litanies”, Debut Album Sovereign untuk Netizen yang tidak Sucks!
News
shares90 views
News
shares90 views

“The Baneful Litanies”, Debut Album Sovereign untuk Netizen yang tidak Sucks!

ZFirdaus - Feb 07, 2019

Akhirnya album ini selesai juga digarap dan akan segera siap edar. Meskipun di awal kami bermain musik, kami sama sekali…

SAINT FICTION Bercerita Rumah Bukan Sekedar Tempat Pulang
News
shares226 views
News
shares226 views

SAINT FICTION Bercerita Rumah Bukan Sekedar Tempat Pulang

ZFirdaus - Feb 07, 2019

Setiap manusia memiliki kebutuhan untuk berlindung,berbaring,dan berbagi.Berbicara tentang rumah bukan sekedar masalah ruang, bukan kemana dan dimana,lebih dari itu rumah…

Blue Note BerMetafora pada Album Perdana
News
shares85 views
News
shares85 views

Blue Note BerMetafora pada Album Perdana

ZFirdaus - Feb 06, 2019

Usai tertunda sampai 24 bulan, akhirnya unit Alternative Rock asal Bandung, Blue Note secara sah mengudarakan album perdana mereka dengan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.